Advertisement
  • Home
  • Berita Terkini
  • Kiat Sehat
  • Obat dan Terapi
  • Event Sehat
  • Profil
  • Trensehat Network
    • Opini
    • Arsip
  • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Profil Singkat
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Kiat Sehat
  • Obat dan Terapi
  • Event Sehat
  • Profil
  • Trensehat Network
    • Opini
    • Arsip
  • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Profil Singkat
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Featured

Ternyata Vaksin TBC Nggak Cuma Satu! Ini Dia Macam-Macamnya, Termasuk yang Lagi Diuji di Indonesia

Ada yang udah terbukti ampuh sejak dulu, ada juga yang masih dalam tahap uji klinis.

Ade Priatna by Ade Priatna
October 31, 2025
in Featured, Lapsus, Obat dan Terapi
0
Vaksin TBC

FOTO: FREEPIK

0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

TRENSEHAT.ID – Kamu mungkin berpikir kalau vaksin TBC itu cuma satu—yang dikasih pas kita bayi dan ninggalin bekas di lengan.

Tapi ternyata, dunia medis udah lama ngembangin beberapa jenis vaksin TBC, dan kabar baiknya, salah satu yang terbaru lagi diuji coba di Indonesia, lho!

Ini bukan vaksin biasa. Ada yang udah terbukti ampuh sejak dulu, ada juga yang masih dalam tahap uji klinis tapi hasilnya cukup menjanjikan.

Yuk, kita kenalan satu per satu dengan macam-macam vaksin TBC yang lagi jadi sorotan.

1. Vaksin BCG: Si Senior yang Masih Dipakai

Pertama tentu aja vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin). Ini adalah vaksin TBC paling tua dan masih digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Biasanya diberikan saat bayi baru lahir.

Menurut WHO, vaksin TBC jenis BCG ini efektif mencegah TBC berat pada anak-anak, seperti TBC otak dan TBC menyebar.

Tapi untuk mencegah TBC paru-paru pada remaja dan dewasa, efektivitasnya masih terbatas. Itulah kenapa TBC masih jadi ancaman serius, terutama di negara dengan beban kasus tinggi seperti Indonesia.

2. Vaksin TBC M72/AS01E: Harapan Baru Dunia

Nah, yang satu ini lagi ramai dibicarakan dan sedang diuji di beberapa negara, termasuk Indonesia. Vaksin TBC M72/AS01E dikembangkan oleh Gates Medical Research Institute bekerja sama dengan GlaxoSmithKline (GSK).

Uji coba fase 2b yang dilakukan di Afrika Selatan, Kenya, dan Zambia melibatkan lebih dari 3.500 orang dewasa HIV-negatif.

Hasilnya? Vaksin ini mampu menurunkan risiko TBC aktif hingga 50% pada orang dengan infeksi TB laten. Data ini dirilis dalam jurnal The Lancet tahun 2018, dan jadi sorotan dunia medis.

Vaksin TBC ini menggunakan protein fusi dari bakteri penyebab TBC (Mycobacterium tuberculosis) dan adjuvan AS01E untuk meningkatkan respons imun tubuh. Uji klinis fase 3 sedang berlangsung dan Indonesia termasuk lokasi penting dalam pengujian ini.

3. Vaksin VPM1002: Versi Upgrade dari BCG

Selanjutnya ada VPM1002, yang dikembangkan di Jerman sebagai versi “modifikasi genetik” dari BCG. Vaksin TBC jenis ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas perlindungan, terutama pada orang dewasa. Saat ini masih dalam tahap uji klinis, tapi hasil awalnya cukup menjanjikan.

4. Vaksin ID93 + GLA-SE

Vaksin TBC lainnya adalah ID93 + GLA-SE, yang dikembangkan oleh Infectious Disease Research Institute (IDRI). Vaksin ini berbasis protein subunit dan sedang diuji sebagai booster bagi orang yang sudah pernah menerima vaksin BCG.

Indonesia Ambil Peran Penting

Dengan tingginya angka kasus TBC—hampir 1 juta kasus per tahun menurut data WHO—Indonesia jadi lokasi strategis untuk uji klinis vaksin TBC.

Presiden Prabowo bahkan menyebut secara langsung bahwa Indonesia dipilih oleh tim pengembang vaksin karena kesiapan fasilitas dan beban penyakit yang tinggi.

“Beliau sedang mengembangkan vaksin TBC untuk dunia, dan Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba,” kata Prabowo usai bertemu Bill Gates di Istana Merdeka, Mei 2025.

Dunia terus bergerak mencari solusi terbaik untuk mengalahkan TBC. Dari vaksin BCG yang sudah klasik sampai vaksin TBC generasi baru seperti M72/AS01E, semua memberikan harapan baru.

Dan Indonesia? Kita bukan cuma jadi penonton, tapi ikut ambil bagian dalam riset medis global. (*)

Share this:

  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp

Like this:

Like Loading...
Tags: kesehatansakitsehatVaksin TBC
Previous Post

Indonesia Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin TBC Bill Gates, Harapan Baru untuk Ribuan Nyawa

Next Post

Sumbang Vaksin TBC di Indonesia, Siapa Sebenarnya Bill Gates?

Ade Priatna

Ade Priatna

Next Post
Bill Gates

Sumbang Vaksin TBC di Indonesia, Siapa Sebenarnya Bill Gates?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
RS Pertamina Cirebon

Kidney Center RS Pertamina Cirebon Jadi Harapan Baru Pasien Ginjal

August 24, 2025
cara mengobati sakit

7 Cara Mengobati Sakit Pneumonia Ringan di Rumah dengan Aman: Bisa Sembuh Tanpa Rawat Inap!

September 1, 2025
Penyakit gagal ginjal

Mengenal Penyakit Gagal Ginjal: Ketika Ginjal Lelah Bekerja Terlalu Keras

May 13, 2025
hujan mikroplastik

Langit Turun Plastik? Fakta Mengejutkan di Balik Hujan Microplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan

October 31, 2025
BPJS Kesehatan

Dirawat Inap Sebulan Pakai BPJS Bisa Nggak? Ternyata Jawabannya Bikin Melongo!

1
cara mengobati sakit

7 Cara Mengobati Sakit Pneumonia Ringan di Rumah dengan Aman: Bisa Sembuh Tanpa Rawat Inap!

0
Konsumsi antibiotik

80 Persen Orang Indonesia Minum Antibiotik Tanpa Resep, Bisa Picu Silent Pandemic?

0
cara mengobati sakit

5 Penyakit Terkait Kalori dan Cara Mengobati Sakitnya

0
Festival Relawan 2025, PDEI Gelar Roadshow Pelatihan BHD dan First Aid di Eco Park Tebet, Jakarta

Festival Relawan 2025, PDEI Gelar Roadshow Pelatihan BHD dan First Aid di Eco Park Tebet, Jakarta

January 24, 2026
PDEI Gelar Training of Trainer untuk Dokter dan Nakes pada Festival Relawan 2025

PDEI Gelar Training of Trainer untuk Dokter dan Nakes pada Festival Relawan 2025

December 15, 2025
Ketika Waktu Jadi Musuh: Menghadapi Kegawatdaruratan pada Lansia di Rumah

Ketika Waktu Jadi Musuh: Menghadapi Kegawatdaruratan pada Lansia di Rumah

November 12, 2025
hujan mikroplastik

Langit Turun Plastik? Fakta Mengejutkan di Balik Hujan Microplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan

October 31, 2025

Recent News

Festival Relawan 2025, PDEI Gelar Roadshow Pelatihan BHD dan First Aid di Eco Park Tebet, Jakarta

Festival Relawan 2025, PDEI Gelar Roadshow Pelatihan BHD dan First Aid di Eco Park Tebet, Jakarta

January 24, 2026
PDEI Gelar Training of Trainer untuk Dokter dan Nakes pada Festival Relawan 2025

PDEI Gelar Training of Trainer untuk Dokter dan Nakes pada Festival Relawan 2025

December 15, 2025
Ketika Waktu Jadi Musuh: Menghadapi Kegawatdaruratan pada Lansia di Rumah

Ketika Waktu Jadi Musuh: Menghadapi Kegawatdaruratan pada Lansia di Rumah

November 12, 2025
hujan mikroplastik

Langit Turun Plastik? Fakta Mengejutkan di Balik Hujan Microplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan

October 31, 2025
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
SEHAT UNTUK SEMUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Kiat Sehat
  • Obat dan Terapi
  • Event Sehat
  • Profil
  • Trensehat Network
    • Opini
    • Arsip
  • Tentang Kami
    • Tim Redaksi
    • Profil Singkat
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik

© 2025 Copyright - Trensehat ID JKT.

Go to mobile version
%d