Trensehat.id – Bintang sepak bola Indonesia, Yakob Sayuri, harus absen dari ajang FIFA Asean Cup 2026 karena terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini menjadi peringatan penting tentang betapa seriusnya penyakit yang sering dianggap biasa ini.
Meski DBD bukan penyakit baru, kasusnya sering muncul di musim hujan dan bisa menyerang siapa saja. Bagaimana penyakit ini bisa mengganggu karier atlet ternama, dan apa yang bisa kita pelajari dari situasi Yakob Sayuri?
Apa Itu DBD dan Bagaimana Bisa Menyerang Atlet?
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, dan kadang muntah atau pendarahan.
Bagi atlet, DBD bisa sangat mengganggu karena tubuh mereka bekerja keras dan membutuhkan kondisi fisik prima. Yakob Sayuri, yang sedang dalam masa persiapan untuk turnamen besar, harus istirahat total untuk pulih.
Meski tidak menular langsung antar manusia, DBD bisa menyebar cepat di lingkungan yang tidak bersih atau tempat berkumpulnya nyamuk.
Faktor Risiko DBD yang Sering Diabaikan
Beberapa faktor meningkatkan risiko seseorang terkena DBD, seperti tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi, lingkungan yang kotor, atau tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
Atlet seperti Yakob Sayuri sering bepergian dan tinggal di berbagai lokasi, sehingga risiko paparan nyamuk juga meningkat. Meski mereka memiliki sistem imun yang kuat, DBD bisa menyerang jika kondisi lingkungan tidak terkontrol.
Masyarakat umumnya menganggap DBD sebagai penyakit ringan, padahal bisa berujung pada komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Dampak DBD pada Kesehatan dan Karier Olahragawan
Kehilangan atlet seperti Yakob Sayuri bisa berdampak besar pada tim nasional. DBD tidak hanya mengganggu performa fisik, tetapi juga menghambat persiapan dan strategi tim.
Selain itu, proses pemulihan dari DBD membutuhkan waktu yang cukup lama. Atlet harus menjalani istirahat, hidrasi yang cukup, serta pengobatan sesuai arahan dokter.
Ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik adalah prioritas utama, terlepas dari tujuan olahraga. Bahkan atlet profesional pun bisa terkena penyakit yang dianggap biasa.
Cara Mencegah DBD dengan Efektif
Pencegahan DBD dimulai dari menghindari gigitan nyamuk. Gunakan obat anti nyamuk, pakai pakaian lengan panjang, dan hindari area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Lingkungan juga perlu dijaga kebersihannya. Buang sampah secara teratur, tutup tempat penampungan air, dan hindari genangan air di sekitar rumah atau tempat tinggal.
Segera kunjungi dokter jika mengalami gejala DBD. Penanganan dini bisa mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
Siapa yang Paling Rentan Terkena DBD?
Anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun rendah lebih rentan terkena DBD. Namun, siapa pun bisa terinfeksi, termasuk atlet yang aktif bergerak.
Kondisi cuaca yang ekstrem, seperti musim hujan, meningkatkan risiko penyebaran DBD. Masyarakat perlu waspada dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan.
Jika Anda tinggal di daerah endemis DBD, penting untuk selalu memperhatikan kesehatan dan menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Yakob Sayuri menjadi contoh bahwa kesehatan fisik sangat penting bagi atlet. Jika Anda merasa lemas, demam, atau mengalami gejala serius, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan abaikan tubuh Anda, karena kesehatan adalah aset terpenting.




