Trensehat.id – Menjaga kesehatan ibu dan anak tidak cukup hanya saat proses persalinan. Perawatan ibu selama kehamilan, pemantauan setelah melahirkan, imunisasi, hingga memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal merupakan rangkaian pelayanan yang saling berkaitan. Karena itu, semakin banyak ahli kesehatan menekankan pentingnya layanan kesehatan ibu dan anak yang terintegrasi agar keluarga memperoleh pendampingan secara menyeluruh.
World Health Organization (WHO) menegaskan dalam laporan Trends in Maternal Mortality 2000–2023 yang diterbitkan pada 2025, bahwa pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan menjadi salah satu kunci untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. WHO juga mencatat target global adalah menurunkan angka kematian ibu menjadi di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada 2030.
Di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan yang saling terhubung juga semakin penting. Penelitian Cambridge University Press yang dipublikasikan pada 2024 menunjukkan bahwa konsep continuum of care atau kesinambungan pelayanan kesehatan ibu dan anak berperan besar dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. Namun, penelitian tersebut menemukan masih banyak perempuan yang tidak melanjutkan layanan kesehatan setelah pemeriksaan kehamilan sehingga kesinambungan pelayanan belum optimal.
Melihat kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang menghadirkan layanan Mom & Child dengan konsep baru yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam satu area. Peluncuran layanan ini dilakukan bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 sebagai bentuk komitmen rumah sakit mendampingi keluarga sejak masa kehamilan hingga anak bertumbuh.
BACA JUGA: Siloam TB Simatupang Hadirkan Layanan Mom & Child Terintegrasi
Layanan Kesehatan Ibu dan Anak dalam Satu Area
Layanan Mom & Child berada di lantai 5 yang mencakup poli obstetri dan ginekologi serta poli anak, sedangkan ruang rawat inap khusus ibu dan anak tersedia di lantai 12. Seluruh layanan dirancang agar pasien tidak perlu berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan.
Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Dewi Wiguna, M.Sc, mengatakan konsep tersebut mengusung tema “Growing Together – From First Heartbeats to First Steps”.
“Kami hadir mendampingi keluarga dalam setiap fase kehidupan, mulai dari detak jantung pertama saat kehamilan hingga langkah-langkah awal tumbuh kembang anak. Kami percaya perjalanan ini membutuhkan pelayanan yang berkualitas secara klinis, sekaligus memberikan rasa nyaman, hangat, dan berpusat pada pasien serta keluarga,” ujar dr. Dewi.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan tidak hanya diukur dari kesembuhan pasien, tetapi juga dari kepercayaan keluarga yang memilih tumbuh bersama rumah sakit.
Untuk mendukung layanan tersebut, Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan paket maternity, paket vaksinasi anak usia 0–6 bulan, 6–12 bulan, dan 12–24 bulan. Rumah sakit juga dilengkapi teknologi diagnostik modern seperti USG Fetomaternal dan pemeriksaan Thromboelastography (TEG). Kehadiran TEG menjadikan Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai rumah sakit swasta pertama yang memiliki fasilitas diagnostik tersebut.
BACA JUGA: Cegah Cedera Olahraga, Siloam Hospitals Mampang Luncurkan A to Z Sport for Healthy Lifestyle
Tak Hanya Mengobati, tetapi Menjaga Kesehatan Sejak Dini

Executive Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Mada Shinta Dewi, menjelaskan layanan Mom & Child didukung dokter spesialis dan subspesialis ibu serta anak yang berada dalam satu area sehingga koordinasi pelayanan menjadi lebih mudah.
“Kami memiliki portofolio dokter spesialis anak dan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, termasuk dokter subspesialis yang lengkap. Kapan pun ibu dan keluarga membutuhkan layanan kesehatan, tim dokter kami siap melayani setiap hari,” katanya.
Sebagai pelengkap, rumah sakit juga menghadirkan area ramah anak dengan edugames interaktif berbasis augmented reality, yang disebut sebagai inovasi pertama di rumah sakit Indonesia. Edugames tersebut dirancang dengan memperhatikan aspek keamanan dan higienitas karena dimainkan menggunakan gawai milik masing-masing orang tua. Selain itu tersedia pula nursing area yang lebih nyaman bagi ibu.
Pendampingan Berlanjut hingga Tumbuh Kembang Anak
Kepala Staf Medis Fungsional Obstetri dan Ginekologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Natassa Zefanya Darsana, Sp.OG, mengatakan pendampingan kesehatan perempuan tidak berhenti setelah proses persalinan.
“Pemeriksaan tidak berhenti setelah melahirkan. Kami berkomitmen memberikan layanan medis terbaik untuk mendampingi ibu dan perempuan agar tetap sehat di setiap tahap kehidupannya,” ujarnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak dr. Jessica Sugiarto, Sp.A menekankan pentingnya pencegahan penyakit melalui vaksinasi dan pemantauan tumbuh kembang anak.
“Kami ingin menggalakkan momen ketika anak datang ke rumah sakit untuk pencegahan penyakit melalui vaksinasi dan skrining tumbuh kembang, sehingga pertumbuhan fisik, mental, dan sosialnya dapat terjaga dengan baik,” katanya.
Data UNICEF Indonesia (2024) menunjukkan angka kematian balita di Indonesia memang terus menurun menjadi 17,7 kematian per 1.000 kelahiran hidup, namun upaya menjaga kesehatan anak tetap harus dilakukan melalui pelayanan yang berkesinambungan sejak kehamilan hingga masa kanak-kanak.
Pengalaman tersebut juga dirasakan salah satu pasien maternity, Harly Valentina.
“Perjalanan kehamilan dan persalinan saya sangat menyenangkan. Sejak kontrol kehamilan hingga anak saya kini berusia lebih dari dua tahun, dokter terus mendampingi kami. Saya juga rutin datang untuk vaksinasi dan medical check-up karena bagi keluarga kami, menjaga kesehatan jauh lebih penting,” ungkapnya.
Menutup peluncuran layanan tersebut, Mada Shinta Dewi berharap konsep baru Mom & Child dapat menjadi pilihan utama keluarga Indonesia.
“Kami berharap layanan Mom & Child dengan konsep baru ini dapat menjadi pilihan pertama sebagai fasilitas kesehatan bagi ibu dan keluarga,” tutupnya. (*)




